Rabu, 06 Januari 2010
Kejujuran
Jujur adalah melakukan kegiatan sesuai kehendak hati. kehendak hati bisa baik dan bisa juga buruk, bahkan tidak kedua duanya. kejujuran akan membangun karakter orang menjadi karakter yang tangguh. Seberapa besar ketangguhan seseorang dalam kejujurannya. jawabannya adalah seberapa besar pula seseorang melihat dirinya sebagai dirinya sendiri seperti waktu TUHAN menciptakan manusia. Klo orang melihat dirinya tidak seberapa kuat, perkasa, maka orang tersebut akan selalu koreksi diri terhadap apa yang akan dilakukan. Jujur berbeda dengan kebenaran (bukan benar). Kebenaran bisa diartikan yang salahpun bisa dibenarkan. Tapi kalo benar ya sesuatu yang benar (tanpa kompromi). Jujur cenderung tidak disimpati i oleh kaum yang tidak jujur.Berbekal kejujuran semua kegiatan segala kegiatan akan jadi jelas. Jelas dalam hal organisasinya, jelas dalam administrasinya dan akhirnya jelas dalam keuangan. Kalo bisa jelas keuangannya sebuag organisasi berjalan tanpa kendala. Kendala utama dalam berorganisasi terletak pada pembagian keuangan. Itu sudah banyak contoh baik dari tinggkat Keluarga sampai dengan tingkat Negara. Lalu Siapa yang akan memulai dengan kejujuran.... Jawabnya susah gak sih....?
Jelas Tidak. Kalo sebuah keluarga sudah menanamkan jujur pada anggota keluarga niscaya kehancuran keuangan tidak akan terjadi. Orangtua harus memberi contoh aplikasi kejujuran dalam rumah tangganya, yang akhirnya anak2 juga menirunya...stelah dewasa anak2 masih mempertahankan kejujuran dalam sikapnya. Sebagai bagian dari Pendidikan ANak sekolah tidak diperbolehkan menyontek saat ujian adalah salah satu bentuk aplikasi kejujuran. Berangkat dari sini sedikit ketercapaian Indonesia lepas dari korupsi akan mulai terasa keberhasilannya. Siapa yang akan memulai? Kalo orang tua kita sudah penuh dengan ketidak jujuran...?
Anaknya pun juga akan meniru... Berangkat dari anak-anak kita yang sidah dibekali KEJUJURAN mudah2an negeri ini tetap berdiri dengan hilangkan perilaku korupsi dan mental korupsi dan makmur yang merata lah rakyat Indonesia. Setuju?
Jelas Tidak. Kalo sebuah keluarga sudah menanamkan jujur pada anggota keluarga niscaya kehancuran keuangan tidak akan terjadi. Orangtua harus memberi contoh aplikasi kejujuran dalam rumah tangganya, yang akhirnya anak2 juga menirunya...stelah dewasa anak2 masih mempertahankan kejujuran dalam sikapnya. Sebagai bagian dari Pendidikan ANak sekolah tidak diperbolehkan menyontek saat ujian adalah salah satu bentuk aplikasi kejujuran. Berangkat dari sini sedikit ketercapaian Indonesia lepas dari korupsi akan mulai terasa keberhasilannya. Siapa yang akan memulai? Kalo orang tua kita sudah penuh dengan ketidak jujuran...?
Anaknya pun juga akan meniru... Berangkat dari anak-anak kita yang sidah dibekali KEJUJURAN mudah2an negeri ini tetap berdiri dengan hilangkan perilaku korupsi dan mental korupsi dan makmur yang merata lah rakyat Indonesia. Setuju?
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)